TABACA.ID – Korban jiwa serangan Israel saat hari pertama Idulfitri di Gaza pada Minggu (30/3/2025) meroket. Otoritas di Gaza mengungkap jumlah korban jiwa kini mencapai 64 orang.
Laporan awal menyebut jumlah korban jiwa adalah 11 orang. Mereka yang kehilangan nyawa termasuk anak-anak.
Laporan otoritas medis di Rafah dan Khan Younis menyebut korban jiwa di kawasan itu sebanyak 35 orang. Banyaknya nyawa melayang lantaran serangan Zionis menargetkan tenda pengungsian dan rumah warga.
Rangkaian serangan Israel pada hari pertama Idulfitri dilakukan ketika Palang Merah Palestina (PRCS) melakukan evakuasi operasi militer Zionis pekan lalu.
“[Ini] adalah tragedi bukan hanya bagi kami tetapi juga bagi kerja kemanusiaan dan kemanusiaan,” kata PRCS dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Al-Jazeera.
“Serangan militer Israel terhadap para pekerja kesehatan dapat dianggap sebagai kejahatan perang,” sambung mereka.
Pada hari serupa, PM Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan melucuti persenjataan Hamas. Dia juga mengancam akan mengusir pemimpin Hamas dari Gaza.
Netanyahu kemudian berjanji akan meningkatkan tekanan ke Hamas agar segera melepaskan sandera yang masih tersisa. (Kumparan)