TABACA.id – Dua dekade lebih perdamaian Aceh menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat memperkuat persatuan serta menjaga keamanan daerah.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Salat Magrib berjamaah dan Zikir Damai memperingati Hari Damai Aceh XXI Tahun 2026 di Masjid Agung Tgk. Chik Pante Geulima, Meureudu, Jumat (14/8/2026) malam.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinas Syariat Islam itu turut dihadiri Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, Wakil Bupati Hasan Basri, Tgk. Syukrullah, para asisten, staf ahli bupati, kepala SKPK, kepala bagian Setdakab, jajaran LKA/LKD hingga para camat.

Seluruh ASN, termasuk PNS, PPPK penuh waktu dan PPPK paruh waktu, juga diarahkan mengikuti kegiatan tersebut.

Bupati Sibral Malasyi mengatakan, peringatan Hari Damai Aceh tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Menurutnya, perdamaian yang telah terjaga selama 21 tahun merupakan modal penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk membangun daerah.

“Perdamaian adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Pemerintah dan seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan suasana aman, memperkuat persaudaraan serta mengisi perdamaian dengan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sibral.

Ia menilai zikir dan doa bersama menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah sekaligus mengingat kembali pentingnya menjaga perdamaian yang telah diperjuangkan dan dirasakan masyarakat Aceh selama lebih dari dua dekade.

Zikir Jadi Ikhtiar Spiritual

Menurut Sibral, menjaga perdamaian bukan hanya tugas aparat maupun pemerintah. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran untuk memastikan suasana aman dan harmonis tetap terpelihara.

Karena itu, ia mengajak ASN menjadikan momentum Hari Damai Aceh sebagai penguat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Semangat perdamaian juga diharapkan diterjemahkan dalam bentuk gotong royong, kepedulian sosial dan kerja nyata untuk mempercepat pembangunan Pidie Jaya.

“Zikir menjadi ikhtiar spiritual, sementara menjaga perdamaian, memberikan pelayanan terbaik dan membangun daerah secara bersama-sama menjadi ikhtiar nyata,” kata dia.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap momentum 21 tahun perdamaian Aceh dapat semakin memperkuat hubungan antara pemerintah, ulama dan masyarakat.

Dengan fondasi keamanan dan persatuan yang terjaga, perdamaian diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi terus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

Dari masjid, pesan perdamaian kembali digaungkan: menjaga Aceh tetap damai bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi memastikan generasi berikutnya tumbuh dalam suasana aman dan penuh persaudaraan.