TABACA.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan FIFA agar tidak mengganti Gianni Infantino dari jabatannya sebagai presiden. Trump menilai badan sepak bola dunia tersebut akan melakukan kesalahan besar jika pada akhirnya memutuskan mengganti Infantino.

Peringatan itu disampaikan Trump melalui unggahan di akun media sosial, Truth Social miliknya pada Senin (10/8/2026). Presiden berusia 79 tahun tersebut secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Infantino yang saat ini memimpin FIFA.

“FIFA akan melakukan kesalahan besar jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino,” kata Trump.

Trump bahkan memuji Infantino sebagai sosok yang fantastis. Ia bahkan mengeklaim Infantino telah memimpin penyelenggaraan Piala Dunia yang paling sukses.

“Jika dia pergi, Piala Dunia tidak akan pernah sesukses atau menguntungkan lagi!” serunya.

Dukungan Trump terhadap Infantino muncul setelah presiden FIFA tersebut menghadapi tekanan dari publik global terkait rencana yang gagal untuk menjual sebagian saham Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta.

Rencana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola. Uni Sepak Bola Eropa atau Union of European Football Associations (UEFA), Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia atau Confederation of North, Central America and Caribbean Association Football (Concacaf), serta Konfederasi Sepak Bola Asia atau Asian Football Confederation (AFC) secara terang-terangan menyampaikan keberatannya melalui surat terbuka bersama pada Senin (10/8/2026).

Ketiga konfederasi tersebut menilai rencana itu sebagai pelanggaran kepercayaan mendasar terhadap lembaga-lembaga yang seharusnya dilayani FIFA. Ketiga badan sepak bola itu memperingatkan, ketika kepercayaan dilanggar melalui penipuan dan ketika seorang menempatkan dirinya di atas kolektif yang mempercayakan wewenang kepadanya, maka tugas tersebut telah diabaikan.

Menanggapi kontroversi tersebut, FIFA meminta maaf atas kesalahan yang terjadi dalam proses penyusunan rencana tersebut. FIFA juga menegaskan proposal tersebut sekarang sudah tidak berlaku.  FIFA mengatakan akan mengambil seluruh tindakan yang diperlukan untuk melindungi dan menjaga nama serta reputasi mereka.

Sumber: Berita Satu