TABACA.id - Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Aceh Barat ditargetkan mulai dilaksanakan pada Oktober 2026. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus mempersiapkan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, mengatakan pada awal September mendatang tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan finalisasi lahan sekaligus uji sondir.

“Awal September tim dari Kementerian PUPR akan ke lokasi untuk memfinalkan lahan. Mereka akan melakukan sondir, apakah lahannya layak atau tidak,” kata Tarmizi, Selasa (25/8/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini proses penimbunan lahan masih terus dilakukan. Pemkab Aceh Barat menyesuaikan penimbunan dengan kebutuhan lahan yang diperkirakan mencapai hampir 100 ribu meter kubik material.

Tarmizi berharap hasil uji sondir nantinya menyatakan lahan tersebut layak sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera dimulai.

“Semoga pada saat mereka sondir nanti, hasil laporan mereka bahwa ini cocok, bisa dilanjutkan pembangunan pada bulan Oktober,” ujarnya.

Menurut Tarmizi, surat terkait pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh Barat juga telah diterbitkan oleh kementerian terkait. Aceh Barat dipastikan masuk dalam rencana pembangunan yang dijadwalkan dimulai pada Oktober mendatang.

Terkait besaran anggaran, Tarmizi mengatakan pihaknya belum dapat memastikan nilai pembangunan karena masih menunggu proses tender.

“Di proses tender, nanti kita pastinya lihat. Sesuai dengan lokasi itu, bisa jadi lebih, bisa jadi kurang dari yang sudah ada,” jelasnya.

Ia menyebutkan, Pemkab Aceh Barat telah menyiapkan lahan yang cukup luas untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Jika sejumlah daerah menyiapkan lahan sekitar enam hektare, Aceh Barat mempersiapkan sekitar 7,5 hektare.

“Kita lebih luas. Misalnya Subulussalam enam hektare, kita persiapkan 7,5 hektare,” kata Tarmizi.

Dengan kesiapan lahan tersebut, Pemkab Aceh Barat berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tersebut.