TABACA.id - Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, S.H., secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 tingkat Kecamatan Tahun 2026 di Gampong Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Minggu (27/9/2026).

Wabup Said Fadheil menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, dewan hakim, masyarakat serta tamu undangan yang telah mendukung pelaksanaan MTQ ke-38.

Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilainya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui MTQ ini kita terus mendorong lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, berilmu dan mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan,” kata Said Fadheil.

Ia menegaskan, upaya membentuk generasi Qur’ani membutuhkan peran bersama, mulai dari orang tua, guru, ulama, tokoh masyarakat hingga pemerintah.

Said juga mengingatkan tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kedekatan anak-anak dengan telepon seluler dan media sosial perlu mendapat pengawasan serius dari orang tua.

Ia mengungkapkan, dalam kunjungan Bupati Aceh Barat ke salah satu sekolah, ditemukan adanya anak sekolah dasar yang masih menggunakan HP hingga larut malam.

“Coba ibu-ibu bayangkan, bagaimana kondisi mereka besok belajar di sekolah kalau anak SD jam dua malam masih main HP,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus mendorong program Maghrib Mengaji sebagai salah satu upaya membangun kebiasaan membaca dan mempelajari Al-Qur’an di lingkungan keluarga dan gampong.

“Kita ingin suasana yang dekat dengan Al-Qur’an tumbuh di lingkungan keluarga dan gampong, sehingga generasi muda memiliki ruang untuk terus belajar dan memperkuat pemahaman keagamaan,” katanya.

Kepada para peserta MTQ ke-38, Said berpesan agar tampil maksimal dan menjadikan seluruh proses perlombaan sebagai pengalaman untuk terus belajar dan berkembang.

“Menang dan kalah itu biasa. Yang penting niat dan ikhtiar kita untuk maju adalah prioritas utama,” pesannya.

Said berharap MTQ ke-38 dapat melahirkan peserta-peserta terbaik yang nantinya tidak hanya berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga mampu membawa semangat Al-Qur’an ke tengah masyarakat.