TABACA.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat berhasil membantu proses pamulang SH (33) warga Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo yang menjadi korban scam atau penipuan pekerjaan di Kamboja.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi mengatakan, korban telah sampai di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh pada Sabtu 16 Agustus 2026 kemarin, dan langsung diantarkan ke rumahnya untuk bertemu dengan orang tuanya.
“Kita menghimbau kepada masyarakat Aceh Barat agar berhati – hati dalam tawaran bekerja di luar negeri termasuk dari Malaysia, karena ada beberapa kasus termasuk yang baru – baru ini terjadi,” kata Tarmizi, Minggu (16/8/2026).
Tarmizi menjelaskan, SH awalnya mendapatkan tawaran bekerja di restaurant dengan gaji yang fantastis di Malaysia, tapi tidak lama kemudian korban dibawa ke Kamboja untuk bekerja dibidang yang korban tidak mengerti dan tanpa digaji.
“Akhirnya dia lari dan menghubungi orang tuanya. Dan orang tuanya terus berikhtiar supaya anaknya bisa pulang dan sampailah kabar ke kami, lalu komunikasi dengan KBRI kemudian kami yang menjamin, akhirnya dia kita bantu biaya pemulangan dari Kamboja ke Kuala Lumpur kemudian ke Banda Aceh,” katanya.
Dari Banda Aceh kemarin kata Tarmizi, korban dibawa ke Meulaboh bersama dengan rombongan mereka sebelum akhirnya diserahkan kepada orang tuanya di Desa Pasi Pinang pada Sabtu sore.
“Sekarang banyak sekali kasusnya, kita takut nanti kejadianya terjadi pada anak perempuan, syukur – syukur bisa selamat tapi kalau dijual bagaimana. Human trafficking itu ngeri sekarang, kita tidak tahu karena melalui media sosial, ada tawaran, baca – baca lalu scroll dan menggiurkan, sudah tanpa sepengetahuan siapapun,” ujar Tarmizi.





![[FOTO] Satgas PRR Pusat Bersama Wabup Said Tinjau Kerusakan Desa Jambak](https://tabaca.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-12-at-11.49.36-1-350x250.jpeg)













